Al-Ma'idah, Ayat 48 :
Kami telah menurunkan kitab suci (Al-Qur’an) kepadamu (Nabi Muhammad) dengan (membawa) kebenaran sebagai pembenar kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya dan sebagai penjaganya (acuan kebenaran terhadapnya). Maka, putuskanlah (perkara) mereka menurut aturan yang diturunkan Allah dan janganlah engkau mengikuti hawa nafsu mereka dengan (meninggalkan) kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk setiap umat di antara kamu Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Seandainya Allah menghendaki, niscaya Dia menjadikanmu satu umat (saja). Akan tetapi, Allah hendak mengujimu tentang karunia yang telah Dia anugerahkan kepadamu. Maka, berlomba-lombalah dalam berbuat kebaikan. Hanya kepada Allah kamu semua kembali, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang selama ini kamu perselisihkan.
Isi dari Al-Qur'an Surat Al-Maidah ayat 48 menyebutkan “seandainya Allah SWT menghendaki, niscaya dia akan menjadikanmu satu umat (saja). Akan tetapi, Allah SWT hendak mengujimu tentang karunia yang telah dianugerahkan kepadamu maka berlomba-lombalah dalam berbuat kebaikan.
Al-Ma'idah · Ayat 48
وَاَنْزَلْنَآ اِلَيْكَ الْكِتٰبَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتٰبِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَآ اَنْزَلَ اللّٰهُ وَلَا تَتَّبِعْ اَهْوَاۤءَهُمْ عَمَّا جَاۤءَكَ مِنَ الْحَقِّۗ لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً وَّمِنْهَاجًاۗ وَلَوْ شَاۤءَ اللّٰهُ لَجَعَلَكُمْ اُمَّةً وَّاحِدَةً وَّلٰكِنْ لِّيَبْلُوَكُمْ فِيْ مَآ اٰتٰىكُمْ فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرٰتِۗ اِلَى اللّٰهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيْعًا فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ فِيْهِ تَخْتَلِفُوْنَۙ ٤٨
wa anzalnâ ilaikal-kitâba bil-ḫaqqi mushaddiqal limâ baina yadaihi minal-kitâbi wa muhaiminan ‘alaihi faḫkum bainahum bimâ anzalallâhu wa lâ tattabi‘ ahwâ'ahum ‘ammâ jâ'aka minal-ḫaqq, likullin ja‘alnâ mingkum syir‘ataw wa min-hâjâ, walau syâ'allâhu laja‘alakum ummataw wâḫidataw wa lâkil liyabluwakum fî mâ âtâkum fastabiqul-khairât, ilallâhi marji‘ukum jamî‘an fa yunabbi'ukum bimâ kuntum fîhi takhtalifûn
Artinya : Kami telah menurunkan kitab suci (Al-Qur’an) kepadamu (Nabi Muhammad) dengan (membawa) kebenaran sebagai pembenar kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya dan sebagai penjaganya (acuan kebenaran terhadapnya). Maka, putuskanlah (perkara) mereka menurut aturan yang diturunkan Allah dan janganlah engkau mengikuti hawa nafsu mereka dengan (meninggalkan) kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk setiap umat di antara kamu Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Seandainya Allah menghendaki, niscaya Dia menjadikanmu satu umat (saja). Akan tetapi, Allah hendak mengujimu tentang karunia yang telah Dia anugerahkan kepadamu. Maka, berlomba-lombalah dalam berbuat kebaikan. Hanya kepada Allah kamu semua kembali, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang selama ini kamu perselisihkan.
Tafsir Wajiz / Tafsir Tahlili :
Pada ayat-ayat yang lalu Allah menerangkan tentang diturunkannya Taurat dan Injil yang mengandung petunjuk dan cahaya, serta adanya kewajiban bagi umat masa itu untuk melaksanakan ajaran-ajarannya. Dan Kami selanjutnya telah pula menurunkan Kitab Al-Qur’an kepadamu, Muhammad, sebagai nabi terakhir, dengan membawa kebenaran yang hakiki, yang membenarkan sebagian isi dari kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya, yaitu Taurat, Zabur, dan Injil, dan menjaganya dari penyimpangan atau pengubahan yang dilakukan oleh orang-orang yang mencari keuntungan diri, maka putuskanlah perkara yang mereka perselisihkan menurut ketetapan dalam kitab-kitab yang diturunkan Allah itu dan janganlah sekali-kali engkau mengikuti kemauan dan keinginan nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Ketahuilah bahwasanya untuk setiap umat di antara kamu, di mana saja mereka berada, Kami berikan aturan bagi mereka masing-masing dan jalan yang terang sesuai dengan keadaannya. Kalau Allah menghendaki sesuai dengan kehendak-Nya, niscaya kamu semua akan dijadikan-Nya sebagai satu umat saja, tetapi Allah berkehendak lain, yaitu ingin menguji kamu terhadap karunia dan semua nikmat yang telah diberikan-Nya kepadamu, maka sebagai jawaban dari semua rahmat yang telah dilimpahkan itu, berlomba-lombalah untuk berbuat kebajikan. Ketahuilah bahwa hanya kepada Allah saja kamu semua akan kembali, lalu pada saat itu akan diberitahukan-Nya kepadamu apa saja yang dahulu pernah kamu perselisihkan pada saat menjalani kehidupan di dunia.
Surat Al Maidah Ayat 48: Arab, Latin, Terjemahan, dan Tafsir
Surat Al Maidah ayat 48 adalah ayat yang membuktikan bahwa Allah SWT menurunkan Al Quran kepada Nabi Muhammad SAW sebagai petunjuk untuk menyelesaikan berbagai perkara yang terjadi dalam hidup muslim.
Di dalam ayat tersebut juga terkandung isi bahwa Allah telah menuangkan segala hal yang benar dan tidak dalam Al Quran sebagai petunjuk hidup muslim.
Sementara surat Al Maidah sendiri merupakan surat kelima dalam Al Quran.
Jumlah surat Al Maidah Ada Berapa ? Surah ini terdiri dari 120 ayat dan termasuk golongan surah Madaniyah.
Mengapa Surat Al Maidah Termasuk Golongan Surat Madaniyah ?
Surat ini masuk dalam golongan surat Madaniyah, yaitu surat dengan ayat-ayat yang diturunkan di Madinah atau setelah Nabi Muhammad SAW hijrah dari Mekkah ke Madinah.
Secara keseluruhan ada 27 surat yang masuk golongan Madaniyah seperti surat Al Maidah. Beberapa di antaranya, yaitu surat Al Baqarah, Ali Imran, An Nisa, Al Anfal, At Taubah, Al Hajj, hingga surat An Nashr.
Al Maidah Membahas Tentang Apa ?
Surat Al Maidah dinamakan demikian karena memuat kisah para pengikut setia Nabi Isa. Mereka meminta kepada Nabi Isa agar Allah memberikan Al Maidah yang berarti hidangan makanan dari langit.
Surat ini juga dikenal dengan sebutan Al Uqud yang berarti perjanjian karena pada ayat awal Surat Al Maidah berisi tentang Allah yang menyuruh umat-Nya untuk memenuhi janji terhadap Allah maupun kepada sesama.
Selain itu, surat Al Maidah juga dikenal dengan istilah Al Munqidz yang berarti menyelamatkan karena pada ayat akhir surat tersebut berisi tentang kesaksian Nabi Isa terhadap pengikutnya.
Surat Al Maidah Ayat 48
Khusus untuk Surat Al Maidah ayat 48, berikut tulisan Arab, latin, dan terjemahan.
وَأَنزَلْنَآ إِلَيْكَ ٱلْكِتَٰبَ بِٱلْحَقِّ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ ٱلْكِتَٰبِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ ۖ فَٱحْكُم بَيْنَهُم بِمَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ ۖ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَآءَهُمْ عَمَّا جَآءَكَ مِنَ ٱلْحَقِّ ۚ لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا ۚ وَلَوْ شَآءَ ٱللَّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وَٰحِدَةً وَلَٰكِن لِّيَبْلُوَكُمْ فِى مَآ ءَاتَىٰكُمْ ۖ فَٱسْتَبِقُوا۟ ٱلْخَيْرَٰتِ ۚ إِلَى ٱللَّهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ
Wa anzalna ilaikal-kitaba bil-haqqi musaddiqal lima baina yadaihi minal-kitabi wa muhaiminan 'alaihi fahkum bainahum bima anzalallahu wa la tattabi' ahwa'ahum 'amma ja'aka minal-haqq, likullin ja'alna mingkum syir'ataw wa min-haja, walau sya'allahu laja'alakum ummataw wahidataw wa lakil liyabluwakum fi ma atakum fastabiqul-khairat, ilallahi marji'ukum jami'an fa yunabbi'ukum bima kuntum fihi takhtalifun.
Artinya : Kami telah menurunkan kitab suci (Al Quran) kepadamu (Nabi Muhammad) dengan (membawa) kebenaran sebagai pembenar kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya dan sebagai penjaganya (acuan kebenaran terhadapnya).
Maka, putuskanlah (perkara) mereka menurut aturan yang diturunkan Allah dan janganlah engkau mengikuti hawa nafsu mereka dengan (meninggalkan) kebenaran yang telah datang kepadamu.
Untuk setiap umat di antara kamu Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Seandainya Allah menghendaki, niscaya Dia menjadikanmu satu umat (saja).
Akan tetapi, Allah hendak mengujimu tentang karunia yang telah Dia anugerahkan kepadamu. Maka, berlomba-lombalah dalam berbuat kebaikan. Hanya kepada Allah kamu semua kembali, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang selama ini kamu perselisihkan.
Tafsir Surat Al Maidah Ayat 48
Dikutip dari Nahdlatul Ulama (NU), surat Al Maidah ayat 48 memiliki tafsir sebagai berikut.
Surat Al Maidah ayat 48 menerangkan bahwa Allah menurunkan Al Quran kepada Nabi Muhammad. Al Quran adalah kitab Samawi terakhir yang membawa kebenaran dan mencakup kebenaran dari kitab-kitab yang telah Allah turunkan sebelumnya, yaitu Kitab Taurat kepada Nabi Musa dan Kitab Injil kepada Nabi Isa.
Dalam ayat tersebut, Allah juga menekankan bahwa Al Quran adalah kitab suci yang menjamin syariat yang murni dan kitab yang berlaku sejak diturunkan sampai hari kemudian.
Oleh karena itu, petunjuk dari Al Quran dapat dijadikan acuan untuk memutus perkara manusia sesuai dengan hukum yang telah diturunkan oleh Allah sebagaimana termuat dalam Al Quran.
Setiap muslim wajib mengikuti petunjuk yang tertuang dalam Al Quran untuk membersihkan diri dan menyucikan batin, meski jalan yang ditempuh masing-masing umat dapat berbeda.
Namun, tetap berdasarkan landasan agama seperti yang tertuang dalam Al Quran mengenai hal-hal yang halal dan haram hukumnya.
Dengan petunjuk yang telah diberikan, Allah ingin muslim melakukan banyak kebaikan dalam hidup. Bahkan, saling memperbanyak kebaikan itu dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
Terakhir, ayat dalam surat tersebut juga mengisahkan tentang akhir kehidupan setiap muslim yang akan kembali kepada Allah dan Allah akan memberitahu segala tentang hal-hal yang selama ini umat perselisihkan di dunia.
Itulah penjelasan mengenai surat Al Maidah ayat 48 dalam bahasa Arab, Latin, terjemahan, dan tafsirnya.
Tajwid Surat Al Maidah Ayat 48 Lengkap dengan Penjelasannya
Membaca surat di Al-Qur'an ada tajwidnya yang perlu diperhatikan. Begitu pula dengan tajwid surat Al Maidah ayat 48.
Ilmu tajwid diperlukan agar bacaan Al-Qur'an tetap memberikan arti yang sama dan tidak disalahartikan.
Pasalnya, salah baca satu kata saja bisa mengubah makna dan arti ayat tersebut.
Sebelum mempelajari tajwid surat Al Maidah ayat 48, ketahui dulu bacaan dan arti lengkapnya berikut ini :
وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتَابِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ عَمَّا جَاءَكَ مِنَ الْحَقِّ لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلَكِنْ لِيَبْلُوَكُمْ فِي مَا آتَاكُمْ فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ إِلَى اللَّهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ
Wa anzalnā ilaikal-kitāba bil-ḥaqqi muṣaddiqal limā baina yadaihi minal-kitābi wa muhaiminan 'alaihi faḥkum bainahum bimā anzalallāhu wa lā tattabi' ahwā`ahum 'ammā jā`aka minal-ḥaqq, likullin ja'alnā mingkum syir'ataw wa min-hājā, walau syā`allāhu laja'alakum ummataw wāḥidataw wa lākil liyabluwakum fī mā ātākum fastabiqul-khairāt, ilallāhi marji'ukum jamī'an fa yunabbi`ukum bimā kuntum fīhi takhtalifụn.
Artinya :
“Dan Kami telah turunkan kepadamu Al-uran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab yang lain itu.
Maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu.
Untuk tiap-tiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja).
Akan tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan.
Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu.” (QS. Al Maidah: 48).
Makna Surat Al Maidah Ayat 48.
Surat Al-Maidah memiliki arti jamuan makanan.
Sementara, surat Al Maidah ayat 48 ini, memaknai tentang peristiwa turunnya kitab suci terakhir yakni Al-Qur'an sebagai kitab penyempurna dari kitab-kitab sebelumnya.
Tentu ayat ini harus dimaknai dengan tepat di setiap katanya.
Maka dari itu, ada banyak penggunaan ilmu tajwid surat Al Maidah ayat 48 yang harus dibaca dengan benar.
Tajwid Surat Al Maidah Ayat 48
Jika dipelajari lebih dalam, ada banyak tajwid surat Al Maidah ayat 48 dalam satu ayat, bahkan jumlahnya bisa sampai puluhan.
Agar bisa dimaknai dengan tepat, berikut daftar hukum tajwid surat Al Maidah ayat 48 lengkap dengan penjelasannya :
1. أَنْزَ = Ikhfa haqiqi, karena ada huruf nun mati bertemu dengan huruf za. Cara membacanya samar-samar membentuk huruf za.
2. وَاَنْزَلْنَآ اِلَيْكَ = Mad jaiz munfashil, karena ada bacaan mad (fathah ketemu alif نَآ) bertemu dengan hamzah di kalimat (kata) yang berbeda. Cara membacanya boleh dibaca 2, 4, atau 6 harakat.
3. إِلَيْكَ = Mad layyin, karena ada tanda baca fathah bertemu dengan huruf ya mati. Cara membacanya sekedar lunak dan lemas.
4. الْكِتَابَ = Al qomariah, karena ada huruf ال bertemu dengan huruf kaf. Cara membacanya harus terang dan jelas.
5. الْكِتَابَ = Mad thabi'i, karena ada fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu sukun, tasydid, atau hamzah, dibaca panjang 2 harakat (ada yang menuliskannya dengan fathah berdiri untuk menggantikan fathah bertemu alif, الْكِتٰبَ).
6. بِالْحَقِّ = Idzhar qomariah atau alif lam qomariah, karena ada alif lam bertemu huruf kha.
7. قًا لِمَا = Idgham bilaghunnah adalah bagian dari tajwid surat Al Maidah ayat 48, karena ada fathah tain bertemu dengan huruf lam. Cara membacanya masuk dengan tidak mendengung.
8. لِّمَا = Mad thabi'i, karena ada fathah ketemu alif.
9. بَيْنَ = Mad layin, karena ada tanda baca fathah bertemu dengan huruf ya mati. Cara membacanya sekedar lunak dan lemas.
10. يَدَيْهِ = Mad layin, karena ada tanda baca fathah bertemu dengan huruf ya mati. Cara membacanya sekedar lunak dan lemas.
11. مِنَ الْكِتَابِ = Al qomariah, karena ada huruf ال bertemu dengan huruf kaf. Cara membacanya harus terang dan jelas.
12. مِنَ الْكِتٰبِ = Tajwid surat Al Maidah ayat 48 lainnya yaitu Mad thabi'i, karena ada fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu sukun, tasydid, atau hamzah, dibaca panjang 2 harakat.
13. وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ = Idzhar halqi, karena ada fathah tanwin bertemu huruf ain.
14. وَمُهَيْمِنًا = Mad layin, karena ada tanda baca fathah bertemu dengan huruf ya mati. Cara membacanya sekedar lunak dan lemas.
15. نًا عَلَيْه = Idzhar halqi, karena ada tanda fathah tain bertemu dengan huruf alif. Cara membacanya adalah jelas di mulut.
16. حْكُمْ بَيْ = Ikhfa syafawi, karena ada huruf mim mati/sukun bertemu dengan huruf ba. Cara membacanya didengungkan.
17. بَيْنَهُمْ بِمَآ = Ikhfa syafawi juga termasuk dalam tajwid surat Al Maidah ayat 48, karena mim sukun bertemu ba. Cara bacanya mim sukun dibaca berdengung.
18. بَيْنَهُمْ = Mad layin, karena ada tanda baca fathah bertemu dengan huruf ya mati. Cara membacanya sekedar lunak dan lemas.
19. أَنْزَلَ = Ikhfa haqiqi, karena ada huruf nun mati/sukun bertemu dengan huruf za. Cara membacanya samar-samar membentuk huruf za.
20. لَ اللَّهُ = Lam tafkhim, karena ada fatkhah sebelum lafal اللَّهُ. Cara membacanya ditebalkan.
21. هُمْ عَمَّا = Idzhar syafawi, karena ada huruf mim mati/sukun bertemu dengan huruf ain. Cara membacanya terang di bibir dengan mulut tertutup.
22. عَمَّا = Ghunnah musyaddadah, karena ada mim bertasydid. Bacaan pada huruf mim ditekan.
23. عَمَّا = Mad thabi'i juga bagian dari tajwid surat Al Maidah ayat 48, karena ada fathah bertemu alif, maka mim dibaca panjang dua harakat.
24. جَاۤءَكَ = Mad wajib, karena ada mad bertemu hamzah dalam satu kata.
25. مِنَ الْحَقِّ = Al qomariah, karena ada huruf ال bertemu dengan huruf kaf. Cara membacanya harus terang dan jelas.
26. مِنَ الْحَقِّ = Qalqalah kubra, karena qof mati karena waqof.
27. لِكُلٍّ جَعَلْنَا = Ikhfa haqiqi, karena ada dhommah tain bertemu dengan hurud jim. Cara membacanya samar-samar membentuk huruf jim.
28. مِنْكُمْ = Ikhfa haqiqi, karena ada nun mati/tanwin bertemu dengan huruf kaf. Cara membacanya samar-samar membentuk huruf kaf.
29. ُمْ شِرْ = Tajwid surat Al Maidah ayat 48 lainnya yaitu idzhar syafawi, karena ada huruf mim mati/sukun bertemu dengan huruf syin. Cara membacanya terang di bibir dengan mulut tertutup.
30. شِرْعَةً وَ = Idgham bighunnah, karena ada fathah tain bertemu dengan huruf wawu. Cara membacanya masuk dengan mendengung.
31. وَمِنْهَا = Idzhar halqi, karena ada tanda fathah tain bertemu dengan huruf alif. Cara membacanya adalah jelas di mulut.
32. جًا وَلَو = Idgham bighunnah, karena ada fathah tain bertemu dengan huruf wawu. Cara membacanya masuk dengan mendengung.
33. وَلَوْ = Mad layin, karena ada tanda baca fathah bertemu dengan huruf wawu mati. Cara membacanya sekedar lunak dan lemas.
34. شَاءَ = Mad wajib, karena ada huruf mad thabi’i bertemu dengan huruf hamzah dalam satu kalimat. Cara membacanya panjang 5 harakat.
35. ءَ اللَّهُ = Lam tafkhim, karena ada fatkhah sebelum lafal اللَّهُ. Cara membacanya ditebalkan.
36. لَجَعَلَكُمْ أُ = Idzhar syafawi, karena ada huruf mim mati/sukun bertemu dengan huruf alif. Cara membacanya terang di bibir dengan mulut tertutup.
37. أُمَّةً = Ghunnah musyaddah, karena ada huruf mim yang bertasydid. Cara membacanya masuk dengan mendengung.
38. أُمَّةً وَاحِدَةً = Idgham bighunnah, karena ada fathah tain bertemu dengan huruf wawu. Cara membacanya masuk dengan mendengung.
39. ةً وَلَكِنْ = Idgham bighunnah, karena ada fathah tain bertemu dengan huruf wawu. Cara membacanya masuk dengan mendengung.
40. وَلَكِنْ لِيَبْلُوَكُمْ = Idgham bilaghunnah, karena ada fathah tain bertemu dengan huruf lam. Cara membacanya masuk dengan tidak mendengung.
41. لِيَبْلُوَكُمْ = Qolqolah sugra juga bagian dari tajwid surat Al Maidah ayat 48, karena ada huruf ba mati di dalam kalimat. Cara membacanya membalik membentuk huruf ba.
42. كُمْ فِي = Idzhar syafawi, karena ada huruf mim mati/sukun bertemu dengan huruf fa. Cara membacanya terang di bibir dengan mulut tertutup.
43. مَا آتَا = Mad jaiz, karena ada huruf mad thabi’i bertemu dengan huruf hamzah di lain kalimat. Cara membacanya panjang seperti mad thabi’i 2 harakat atau 4 harakat.
44. كُمْ فَا = Idzhar syafawi, karena ada huruf mim mati/sukun bertemu dengan huruf fa. Cara membacanya terang di bibir dengan mulut tertutup.
45. الْخَيْرَ = Al qomariah, karena ada huruf ال bertemu dengan huruf kho. Cara membacanya harus terang dan jelas.
46. الْخَيْرَاتِ = Mad layin, karena ada tanda baca fathah bertemu dengan huruf ya mati. Cara membacanya sekedar lunak dan lemas.
47. إِلَى اللَّهِ = Lam tafkhim, karena ada fatkhah sebelum lafal اللَّهُ. Cara membacanya ditebalkan.
48. مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا = Idzhar syafawi, karena ada huruf mim mati/sukun bertemu dengan huruf jim. Cara membacanya terang di bibir dengan mulut tertutup.
49. جَمِيْعًا = Mad thabi'i, karena kasrah bertemu ya mati, maka ain dibaca dua harakat.
50. جَمِيعًا فَيُنَبِّئُكُمْ = Ikhfa haqiqi, karena ada nun mati/tanwin bertemu dengan huruf fa. Cara membacanya samar-samar membentuk huruf fa.
51. فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا = Ikhfa syafawi, karena ada huruf mim mati bertemu dengan huruf ba. Cara membacanya mendengung dengan mulut tertutup.
52. بِمَا = Mad thabi'i, karena fathah bertemu alif, maka dibaca panjang dua harakat.
53. كُنْتُمْ = Ikhfa haqiqi, karena ada nun mati/tanwin bertemu dengan huruf ta. Cara membacanya samar-samar membentuk huruf ta.
54. كُنْتُمْ فِيهِ = Idzhar syafawi, karena ada huruf mim mati/sukun bertemu dengan huruf jim. Cara membacanya terang di bibir dengan mulut tertutup.
55. فِيْهِ = Mad thabi'i, karena kasrah bertemu ya mati, maka dibaca panjang dua harakat.
56. تَخْتَلِفُونَ = Mad arid lisukun merupakan tajwid surat Al Maidah ayat 48 yang terakhir, karena ada waqaf yang sebelumnya ada huruf mad thabi’i. Cara membacanya boleh panjang 4 harakat atau lebih dan juga boleh dua harakat.
Tafsir Surat Al Maidah Ayat 48
Surat Al-Maidah ayat 48 adalah salah satu ayat yang penting dalam Al-Qur'an karena mengandung beberapa poin kunci tentang kehadiran Al-Qur'an, fungsinya, dan konsep syariat dalam Islam.
Berikut adalah tafsir lengkap dari ayat ini :
1. Al-Qur'an Sebagai Pembawa Kebenaran
Allah SWT menyatakan bahwa Al-Qur'an diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai kitab suci terakhir yang membawa kebenaran.
Ini berarti Al-Qur'an berisi ajaran yang benar dan petunjuk yang lurus bagi umat manusia.
2. Membenarkan Kitab-Kitab Sebelumnya
Al-Qur'an membenarkan kitab-kitab sebelumnya seperti Taurat, Zabur, dan Injil.
Ini berarti Al-Qur'an mengakui keberadaan kitab-kitab tersebut dan isinya yang asli sebelum mengalami penyelewengan atau perubahan.
3. Sebagai Batu Ujian
Al-Qur'an berfungsi sebagai batu ujian atau penguji bagi kitab-kitab sebelumnya.
Hal ini menunjukkan bahwa Al-Qur'an adalah standar kebenaran yang dapat digunakan untuk menilai apakah ajaran-ajaran sebelumnya masih murni atau telah diselewengkan.
4. Hukum dan Syariat
Ayat ini juga memerintahkan Nabi Muhammad SAW untuk memutuskan perkara berdasarkan apa yang telah Allah turunkan, yaitu Al-Qur'an, dan tidak mengikuti hawa nafsu manusia yang dapat menyimpangkan dari kebenaran.
5. Aturan dan Jalan yang Terang
Allah SWT menyatakan bahwa untuk setiap umat telah diberikan aturan dan jalan yang terang.
Ini menunjukkan bahwa setiap umat dalam sejarah memiliki syariat atau aturan yang sesuai dengan waktu dan keadaan mereka.
6. Ujian dari Allah
Sekiranya Allah berkehendak, Dia bisa saja menjadikan seluruh manusia satu umat dengan satu syariat.
Namun, Allah menghendaki untuk menguji manusia dengan berbagai syariat yang diberikan kepada mereka.
Ujian ini untuk melihat bagaimana manusia berbuat kebajikan dan mematuhi aturan yang diberikan.
7. Berlomba dalam Kebajikan
Ayat ini juga mengajak umat manusia untuk berlomba-lomba dalam berbuat kebajikan.
Ini adalah panggilan untuk selalu melakukan kebaikan dan menjalankan perintah Allah dengan sebaik-baiknya.
8. Kembali kepada Allah
Semua manusia pada akhirnya akan kembali kepada Allah, dan pada saat itu, Allah akan memberitahukan kepada mereka tentang apa yang mereka perselisihkan di dunia.
Ini menunjukkan adanya hari pembalasan di mana setiap perbuatan akan diadili oleh Allah.
Demikian penjelasan dari tajwid surat Al Maidah ayat 48 beserta tafsirnya yang harus Moms tahu.
Semoga informasi ini bisa membantu Moms dalam mempelajari Al-Qur'an.
Sumber referensi :
- Tajwidilmu tajwidal maidah ayat 48
Koleksi Artikel Kanti Suci Project

