TAREKAT DAN GERAKAN SOSIAL KEAGAMAAN
Dinamika Tarekat Shiddiqiyyah di Indonesia
Tarekat Shiddiqiyyah, yang berpusat di Jombang, Jawa Timur, berkembang menjadi gerakan sosial-keagamaan unik di Indonesia sejak didirikan tahun 1959. Meskipun dianggap ghoiru muktabaroh oleh JATMI pada 1971 karena masalah silsilah, Shiddiqiyyah tetap eksis dan berkembang pesat, menggabungkan ajaran tasawuf (penyucian jiwa/ma'rifatullah) dengan nasionalisme tinggi (cinta tanah air).
Berikut adalah dinamika Tarekat Shiddiqiyyah di Indonesia:
- Aspek Ajaran & Dinamika: Shiddiqiyyah berfokus pada pembersihan jiwa (tasawuf) dan pengamalan Al-Quran dan Hadits. Meskipun sempat dipandang sebelah mata, ketangguhan mental pengikutnya membuat tarekat ini tidak pernah lenyap, bahkan mendapatkan dukungan luas di masyarakat.
- Gerakan Sosial & Nasionalisme: Berbeda dengan tarekat pada umumnya, Shiddiqiyyah menekankan pentingnya nasionalisme, yang tertuang dalam komitmen "Delapan Kesanggupan" (cinta tanah air dan bakti kepada NKRI).
- Aksi Nyata: Wujud nyata dari gerakan sosialnya adalah membangun Rumah Layak Huni (RLH) Shiddiqiyyah setiap bulan Agustus, yang dimaknai sebagai syukur atas kemerdekaan bangsa Indonesia.
- Ekonomi Berbasis Spiritual: Perkembangan tarekat ini didukung oleh pemberdayaan ekonomi komunitas pengikutnya, menciptakan fenomena cult economy (ekonomi berbasis kharisma spiritual) untuk mendanai organisasi.
Tarekat Shiddiqiyyah berhasil menampilkan wajah Islam yang sufistik namun aktif dalam pembangunan sosial dan cinta tanah air, menjadikannya salah satu gerakan sosial-keagamaan yang diperhitungkan di Indonesia.
Tarekat Shiddiqiyyah, yang dipimpin oleh Kyai Muchammad Muchtar Mu'thi di Ploso, Jombang, merupakan gerakan tasawuf unik di Indonesia yang memadukan ajaran esoteris dengan nasionalisme kuat (cinta tanah air). Meskipun sempat dicap ghoiru muktabaroh (tidak sah) oleh JATMI pada 1971 karena silsilah, tarekat ini menunjukkan resiliensi tinggi, berkembang luas ke wilayah urban, dan aktif dalam kegiatan sosial seperti pembangunan Rumah Layak Huni.
Dinamika Tarekat Shiddiqiyyah dalam Kajian Dr. Abdul Syakur/Studi Terkait:
- Basis Sosial dan Perkembangan: Berawal di Losari, Ploso, Jombang, tarekat ini berhasil menembus masyarakat urban Surabaya, memiliki cabang kekhalifahan di Tandes, Pondok Candra, Karangrejo-Wonokromo, dan Manukan Kulon.
- Keunikan Ajaran (Nasionalisme): Berbeda dengan tarekat tradisional, Shiddiqiyyah menekankan nasionalisme sebagai bagian dari iman, yang diwujudkan dalam program "Delapan Kesanggupan" (khususnya kesanggupan bakti ke negara dan cinta tanah air).
- Gerakan Sosial Keagamaan: Tarekat ini melakukan pergerakan melalui aksi nyata, seperti pembangunan Rumah Layak Huni (RLH) Shiddiqiyyah setiap bulan Agustus, yang menunjukkan integrasi antara dzikir dan syukur atas kemerdekaan.
- Resiliensi dan Legitimasi: Meskipun secara organisasional (JATMI/JATMAN) sempat dinilai tidak muktabaroh (tidak memiliki rantai guru yang diakui), Shiddiqiyyah terbukti mampu bertahan dan berkembang pesat sejak berdiri tahun 1959, menunjukkan ketangguhan mental kejuangan pengikutnya.
- Ajaran Dasar: Fokus pada mencapai ma'rifatulloh (kebenaran sejati) melalui pengajaran khusus yang disampaikan oleh mursyid.
Studi ini menyoroti bagaimana tarekat tidak hanya berfokus pada kegiatan ukhrowi (akhirat), tetapi juga berdampak sosial langsung pada lingkungan sekitarnya.
Berikut Buku TAREKAT DAN GERAKAN SOSIAL KEAGAMAAN, Dinamika Tarekat Shiddiqiyyah di Indonesia Karya Dr. Abd Syakur, M.Ag
Kanti Suci Project

