ORANG BAIK (saja) TIDAK CUKUP
*ORANG BAIK (saja) TIDAK CUKUP*
_budiawan | e17_
Kita percaya governance itu sederhana: masukkan orang baik, kompeten, berintegritas ke pemerintahan, negara akan membaik.
*Saya kira keliru.*
Governance bukan soal mendapatkan orang baik. *Governance adalah sistem yang membuat orang baik bisa bekerja, yang menyimpang bisa dikoreksi, dan kekuasaan tidak jadi tameng dari accountability.*
Politik perlu dilihat sebagai *ecosystem*, bukan kumpulan individu. Dalam *ecosystem sehat: kerja baik mendapat ruang, penyalahgunaan wewenang dikoreksi, perbedaan pendapat bukan ancaman, dan koneksi politik tidak menggantikan accountability.*
Tapi kalau sistem memberi reward lebih besar pada loyalty ketimbang performance, memberi perlindungan pada yang punya backing politik, dan justru menghukum independence—persoalannya bukan lagi soal orangnya.
*Operating system-nya yang rusak.*
Orang paling berintegritas pun akan sulit bertahan dalam sistem yang me-reward patronage dan menghukum independence. Ia bisa bertahan sementara. Tapi begitu keputusannya menyentuh kepentingan mapan, begitu ia mulai meminta accountability dari yang selama ini nyaman tanpa accountability—di situ ecosystem diuji sesungguhnya.
Pertanyaannya bukan lagi: "apakah orang ini cukup baik?"
Tapi: *"apakah sistem kita membiarkan orang baik tetap efektif?"*
Kasus Purbaya relevan dari sudut ini—bukan karena kita sudah tahu siapa benar siapa salah. Bukti publik belum cukup untuk itu. Tapi kasus ini membuka pertanyaan lebih besar: dalam sistem politik kita, *apa yang menentukan survival seorang pejabat*—performance, integrity, alignment, atau backing politik?
Ini bukan soal Purbaya. Bukan soal satu kabinet. Ini soal desain institusi.
Orang baik saja tidak cukup memperbaiki negara. Yang dibutuhkan: *ruang bagi orang baik untuk bekerja, kewenangan bagi orang kompeten untuk menghasilkan, mekanisme bagi yang menyimpang untuk dikoreksi, dan kekuasaan yang tidak kebal accountability*.
Maka pertanyaannya: butuh lebih banyak orang baik, atau lebih dulu membenahi sistem yang menentukan siapa bisa bertahan di dalamnya?
Jawabannya keduanya. *Orang baik tanpa sistem sehat akan lelah, tersingkir, lalu keluar.* Sistem baik tanpa orang baik hanya aturan tanpa jiwa.
Negara sehat butuh orang baik di dalam sistem yang baik. Di situ governance sesungguhnya diuji.
-----

