Jika kamu terus mematahkan hati orang lain, kewajiban agama apa pun yang kamu lakukan tidak ada gunanya. (Syekh Syam at-Tabrizi)
Patah hati adalah metafora umum yang digunakan untuk menjelaskan sakit emosional atau penderitaan mendalam yang dirasakan seseorang setelah kehilangan orang yang dicintai, melalui kematian, perceraian, putus hubungan, terpisah secara fisik atau penolakan cinta.
Luka hati bukanlah sesuatu yang bisa diantisipasi dan disembuhkan dengan mudah. Jika tidak dikelola atau dikendalikan dengan benar, luka hati bisa memengaruhi kondisi fisik dan mental seseorang.
Timbulnya luka hati bisa diartikan sebagai tanda ketulusan seseorang pada sesuatu yang ia miliki atau jalani. Luka hati bisa terbentuk saat seseorang yang disayangi pergi, kehilangan anggota keluarga untuk selamanya, perceraian, cinta tak berbalas, gagal dalam melakukan sesuatu, atau masalah lain di dalam kehidupan.
Mematahkan hati adalah ungkapan yang menggambarkan perasaan sedih mendalam atau sakit emosional yang dirasakan seseorang. Patah hati bisa disebabkan oleh kehilangan orang yang dicintai, perceraian, putus hubungan, atau penolakan cinta.
Penyebab patah hati :
- Kehilangan anggota keluarga
- Kehilangan pasangan hidup
- Kehilangan hewan peliharaan
- Kehilangan teman dekat
- Putus hubungan
- Perceraian
- Penolakan cinta
Dampak patah hati :
- Perasaan sedih dan kecewa
- Putus asa
Perilaku yang merugikan diri sendiri, seperti bunuh diri atau kecanduan alkohol dan obat-obatan terlarang
Cara mengatasi patah hati :
- Akui perasaan sedih yang dialami, Jangan salahkan siapa pun,
- Bahagiakan diri sendiri,
- Lakukan social media detox untuk hindari mantan, Jalani perawatan diri.
Patah hati bisa menjadi proses yang menyedihkan dan terlihat berbeda bagi setiap orang. Tak ada waktu pasti kapan seseorang akan bangkit dari kondisi ini.
Artikel by Kanti Suci Project